Why iPhone OS ?
Sebelum gue menulis post2 berikutnya lebih lanjut tentang iOS (iPhone OS), gue mau ceritain dulu nih sekilas tentang iPhone OS dan prospek ke depannya, termasuk mengapa platform ini begitu populer akhir-akhir ini…
Gue rasa udah ga asing lagi kita mendengar kata “iPhone”. Sejak diluncurkannya generasi pertama iPhone beberapa tahun silam, iPhone cukup booming, meskipun dibanderol dengan harga yang tidak bisa dikatakan murah. Design nya yang wah dan beragam fitur menarik memang cukup memikat para pencinta gadget, terutama mereka yang “maniak” dengan produk-produk Apple.
Pada awalnya, Apple tidak berencana untuk membuka peluang bagi para pengembang aplikasi mobile, untuk mengembangkan aplikasi non-web untuk dijalankan di iPhone. Saat itu, aplikasi-aplikasi tambahan nya hanya berupa aplikasi web yang diakses melalui browser. Hingga akhirnya pada kuartal pertama tahun 2008, Apple secara resmi meluncurkan SDK untuk pengembangan aplikasi untuk iPhone yang memang telah dilengkapi dengan OS tersendiri (iPhone OS, atau yang selanjutnya dikenal dengan sebutan iOS). Saat itulah popularitas iPhone Development meningkat pesat. Apalagi setelah diluncurkannya iPod Touch generasi pertama, yang identik dengan iPhone namun tidak memiliki fungsionalitas sebagai handphone. Ini membuat pangsa pasar aplikasi berbasis iPhone OS semakin besar, dan para developer semakin berlomba-lomba mengembangkan aplikasi untuk platform tersebut, terlebih setelah AppStore (salah satu sub menu iTunes Store yang berisi katalog aplikasi-aplikasi khusus untuk perangkat berbasis iOS) resmi dibuka, sehingga para pengembang dapat dengan mudah memasarkan produknya.
Hanya sebulan setelah dibukanya AppStore, ratusan aplikasi telah terdaftar disitu. Dan pada penghujung tahun 2008, jumlah aplikasi yang tersedia sudah menembus angka puluhan ribu. Jumlah ini terus meningkat tajam. Saat ini, tercatat terdapat lebih dari 200.000 aplikasi di AppStore, dengan total jumlah download telah mencapai lebih dari 5 Milyar kali, dan jumlah ini terus meningkat dengan signifikan. Suatu penelitian bahkan mengatakan bahwa setiap detiknya, ratusan aplikasi yang didownload. Maka tidaklah mengherankan bila banyak pihak yang optimis dengan masa depan pengembangan di platform iOS ini.
Sudah sering terdengar bagaimana beberapa orang bahkan mampu meraup untung hingga milyaran rupiah, hanya dengan aplikasi iPhone yang bisa dibilang sederhana, namun inovatif dan adiktif, terutama aplikasi game. Sebagai contoh adalah game yang dikembangkan oleh Steve Demeter berjudul “Trism”. Game sejenis “Bejeweled” yang telah dimodifikasi ini bahkan membuat pembuatnya memperoleh sekitar $ 250.000 atau sekitar 2 milyar rupiah, hanya dalam tempo 2 bulan.
Bersamaan dengan diluncurkannya iPhone 4, Apple juga turut meluncurkan versi iOS terbaru, yaitu iOS 4, yang menambah beberapa fitur penting, seperti multitasking sederhana, dan App Foldering (memudahkan user mengelompokkan aplikasi-aplikasi nya berdasarkan kategori nya). Saat ini sudah banyak aplikasi yang diupdate agar dapat berjalan dengan baik di iOS 4.
Meskipun Google sempat berpendapat bahwa masa depan mobile apps tidak terletak pada AppStore, melainkan lebih kepada aplikasi-aplikasi web, namun banyak pula pihak yang optimis dengan masa depan iOS dan AppStore. Setidaknya, dalam beberapa tahun ke depan, diperkirakan bahwa iOS bersama dengan Android akan mendominasi pengembangan aplikasi untuk perangkat mobile. Kita lihat saja…